I Have a Dream - 2, M.L.KING 1963

0 komentar
(Vibiznews – Leadership & Corp. Culture) - Saya katakan kepada Anda, sahabat saya, meskipun kita harus berhadapan dengan kesulitan hari ini dan besok, saya masih bermimpi. Sebuah mimpi yang mengakar di mimpi orang Amerika, mimpi dimana suatu hari bangsa ini akan bangkit dan hidup dalam pengertian yang sebenar-benarnya yang kepercayaannya.

Siapa yang memegang teguh kebenaran ini akan menjadi bukti, bahwa semua orang diciptakan sama.

Saya bermimpi kalau suatu hari di bukit merah Georgia, anak dari bekas budak dan anak dari bekas pemilik budak akan dapat duduk bersama di meja perAndaan. Saya bermimpi kalau suatu hari, meskipun negara bagian Mississippi, negara bagian yang sa¬ngat panas dengan ketidakadilan, panas dengan penindasan akan berubah menjadi mata air kebebasan dan keadilan.

Saya bermimpi keempat anak kecil saya matu hari akan hidup di sebuah bangsa di mana mereka tidak akan dinilai karena warna kulitnya, tetapi karena karakter mereka.
Saya bermimpi itu hari ini!

Saya bermimpi suatu hari di Alabama, dengan persoalan rasis yang sangat ganas, dengan gubernurnya yang melontarkan kata-kata yang menyudutkan dan kontradiktif dari bibirnya, matu di Alabama, anak kecil kulit hitam Laki-Laki dan perempuan akan dapat berpegangan tangan dengan anak kecil kulit putih Laki-Laki dan perempuan seperti kakak beradik. Saya bermimpi itu ini!

Saya bermimpi kelak setiap dusun akan mulia, setiap bukit dan pegunungan akan dibuat rendah, tempat yang kasar akan dibuat datar, dan tempat yang berliku-liku akan dibuat lurus dan kemulian Tuhan akan terungkap dan semua orang akan melihat itu bersama – sama.

Ini harapan kita.
Ini kepercayaan yang akan saya bawa pulang ke Selatan.
Dengan kepercayaan ini, kita akan dapat menembang gunungan kepatahan hati sebuah harapan- harapan;
Dengan kepercayaan ini kita akan dapat merubah kesalahpahaman di bangsa kita simphoni perAndaan yang indah.
Dengan kepercayaan ini, kita akan dapat bekerja bersama, berdoa bersmna, berjuang bersama, di penjara bersama, berdiri untuk kebebasan bersama, mengetahui kalau kita akan bebas suatu hari.
Hari ini akan menjadi hari di mana anak-anak Tuhan akan dapat bernyanyi dengan makna baru.

"Negaraku adalah milik-Mu, tanah indah kebebasan, untuk Mu aku bernyanyi, tanah di mana ayahku meninggal, tanah banggaan peziarah dari semua tepi gunung, biarkan kebebasan bergema.

dan jika Amerika menjadi sebuah bangsa yang besar, ini harus menjadi kenyataan.

Jadi biarkan kebebasan bergema dari atas bukit New Hampshire yang luar biasa.
Biarkan kebebasan bergea dari atas puncak bukit Alleghenies Pennsylvania.
Biarkan kebebasan bergema dari gunung yang diselimuti salju Colorado.
Biarkan kebebasan bergema dari lekukan lereng California
Biarkan kebebasan bergema dari Gunung Batu Georgia
Biarkan kebebasan bergema dari pemandangan gunung Tennessee.
Biarkan kebebasan bergema dari setiap bukit dan onggokan tanah Mississipi,
dari setiap tepi gunung, biarkan kebebasan bergema.

Dan ketika kita membiarkan kebebasan bergema, ketika kita biarkan itu bergema desa dan dusun, dari setiap negara bagian dan kota, kita akan dapat mempercepat dari mana hari itu ketika semua anak-anak Tuhan, pria kulit hitam dan putih, Yahudi atau bukan, Katolik dan Protestan, akan dapat berjabat tangan dan bernyanyi dalam bahasa spritual Negro lama.

"Akhirnya bebas, akhirnya bebas, terima kasih Tuhan yang Agung, kita akhirnya bebas."

Sumber: James Melvin (Ed.).(1992). I Have a Dream.Martin Luter King,Jr.,1929-1968, Writings and Speeches that Changes the World: Foreword by Coretta Scott King. Harper, San Francisco,hal.102-106.

Posting Komentar